[ANIME REVIEW] KIMI NO SUIZOU WO TABETAI – DRAMA MELANKOLI ROMANSA YANG AKAN MEMBUAT KALIAN MENANGIS TIADA HENTI

Judul Alternatif: I want to eat your pancreas (Aku ingin memakan pankreasmu)

Skor IMDb: 7,2/10
Skor MAL: 8.71 (#43)
Penayangan: 26 Desember 2018 (Indo.)
Sutradara: Ushijima Shinichirou
Studio: Studio VOLN
Jenis: Movie
Adaptasi: Novel
Durasi: 1 jam 48 men.
Genre: Drama.
Rating: R(13+) Remaja

April, saat musim semi, di kala kelopak terakhir bunga Sakura masih mekar di dahannya. Seorang kutu buku yang hidupnya selalu menyendiri, jauh dari orang lain, menemukan sesuatu yang kelak akan mengubah jalan hidupnya. Sebuah buku harian bersampulkan tulisan “Hidup Mati-Matian”, sebuah buku yang tak lain miliki teman sekelasnya Yamauchi Sakura (Lynn), gadis periang yang sangat populer di sekolahnya. Di buku itu juga tertulis bahwa sakura sedang mengalami sebuah penyakit yang mematikan, pankreasnya sudah tak berfungsi baik, dan di antara teman-temannya, hanya si kutu buku inilah yang tahu, yang membuat Sakura tertarik untuk berbagi rahasia dengannya.

Sakura adalah gadis yang tangguh, ia selalu berusaha untuk hidup senormal mungkin, melepaskan diri dari kesedihan akibat belenggu penyakitnya, ia bertekad untuk menikmati hidupnya dengan baik di waktu yang terbatas ini. Melihat semangatnya akan kebebasan juga berbagai tindakannya yang ceroboh serta tak terduga, perlahan-lahan membuat hati si Kutu Buku berubah menjadi seorang sosok yang baru.

Storyline

[AWAS SPOILER] – Jika kalian sudah menonton seri ‘Shigatsu wa Kimi no Uso’ dan tahu bagaimana rasanya ketika menonton ending dari seri tersebut, maka ‘I want to eat your pancreas’ akan kembali membuka perasaan, rasa pedih dan luka yang pernah ada dalam diri kalian saat menonton seri ‘Shigatsu’ tadi. Konsep cerita yang hampir sama dimana sang tokoh utama menutupi segala kegelisahan akan penyakit dan sisa umurnya dengan senyum dan keramahan agar orang lain tidak ikut gelisah, sedih dan kasihan kepada dirinya, dan ya, konsep seperti ini fix bikin sedih.

Dengan pembuka yang sedikit memperlihatkan adegan akhir yang ditujukan agar kita lebih memahami bagaimana perasaan sang narator yang juga adalah tokoh utama lain dalam film ini akan ceritanya nanti secara keseluruhan, sedikit menjadi alasan mengapa build up cerita pada film ini menjadi sangat bagus. Dan tentunya juga karena cerita yang berputar di sekitar dua insan yang memiliki sifat bertentangan hingga bisa menjadi akrab dan membuat diri mereka masing-masing berubah, lebih memahami perasaan yang selama ini mereka acuhkan serta tidak mereka sadari ada di sekitar mereka adalah alasan lain mengapa pengembangan cerita film ini sangat bagus.

“Mungkin aku sudah menunggu 17 tahun agar dibutuhkan olehmu.”
-Yamauchi Sakura

Film ini juga memiliki sebuah plot twist yang agak sedikit tertebak namun tetap mampu memberikan kesan yang tak disangka-sangka oleh sebagian penggemar. Tetapi untungnya film ini melakukan sebuah langkah yang cukup baik, ceritanya tidak berhenti di saat sang tokoh utama meninggal, masih terus lanjut untuk memperlihatkan bagaimana kematian si Sakura ini akan berpengaruh kepada orang-orang di sekitarnya. Dan jangan lupakan pula hal ini juga menjadi alasan mengapa film ini disukai oleh orang-orang, banyaknya momen-momen yang membuat mata sembab saking tak kuatnya untuk menahan emosi melihat segala kejadian yang di alami para karakternya, dan bahkan bukan hanya sekali, tapi berulang-ulang.

Oh iya, referensi ‘Le Petit Prince’ sebagai buku favoritnya Sakura di saat pembacaan surat perpisahannya kepada Haruki, si Kutu Buku, itu juga terbilang menarik, banget malah.

Character

Saat kami mengatakan di atas bahwa build up cerita film ini sangat bagus juga sekaligus mengiyakan bahwa build up karakternya juga begitu. Meski kami tak menafikkan bahwa penokohan karakternya ini terlalu literal, jelas, klasik karena masih diucapkan secara lisan bahwa karakter terebut seperti ini atau seperti itu, karakter ini pintar lah, pandai bergaul lah atau karakter ini membosankan lah, jarang bergaul lah, segala macam.

Tapi yah tadi, untuk pengembangannya memang sangat bagus, karakter yang awalnya selalu egois akan pemikirannya dan selalu membatasi diri dari orang lain namun perlahan tapi pasti sikapnya berubah berkat bantuan orang yang memaksa masuk melewati pembatasnya dan mana akhirnya berhasil membuka hatinya dan mengubahnya menjadi lebih baik lagi.

Setiap tindakan para karakter yang diperlihatkan pada film ini juga memiliki sebuah alasan yang secara tersirat cukup dijelaskan. Mulai dari si Haruki, karakter utama cowok yang pendiam ini melakukan segala tindakan yang bisa dibilang bukan karakternya, atau si Kyouko, teman paling akrab Sakura, kasih sayang serta perhatiannya yang mendalam karena mengetahui bagaimana diri Sakura yang sebenarnya terpampang jelas di sini, menjadi alasan akan semua tindakannya.

Art

Sejalan dengan nama studionya “Visiting Old Learn New”, ‘Kimisui’ boleh dikatakan memiliki kualitas animasi yang setara dengan film-film anime terkini dan ini berbanding terbalik dengan anime lain yang diproduksi oleh studionya pada musim gugur ini, “Karakuri Circus” yang masih memiliki gaya old school. ‘Kimisui’ ini kualitasnya hampir setara dengan kualitas film-film keluaran KyoAni atau Comix Wave berkat detailnya yang mengagumkan serta pewarnaannya yang memanjakan mata. Desain karakternya yang tak terlalu berlebihan juga tampak menarik, terlebih pada langkah mereka yang mengubah gaya rambut karakternya, yang membuat kita sebagai penonton menjadi lebih kagum berkat betapa bagusnya hal tersebut.

Sound

Sebagai sutradara, kelihatannya Ushijima-san tahu yang mana penyanyi bagus yang cukup digemari oleh para penggemar anime beberapa musim ke belakang. Dengan vocal-nya yang khas baik opening, ending maupun insert song yang dinyanyikan oleh sumika ini sudah dijamin akan terdengar sangat bagus dan enak didengar. Untuk sfx dan bgm mungkin tidak terlalu menonjol, namun terasa cukup untuk menyempurnakan cerita agar menjadi lebih baik lagi.

Kesimpulan

Bagi kalian yang rindu akan film-film seperti ‘Kimi no Na Wa.’ dan ‘Koe no Katachi’ atau mungkin seri seperti ‘Shigatsu wa Kimi no Uso’, maka ‘Kimisui’ ini wajib untuk kalian tonton. Ceritanya yang mengalir begitu saja namun memiliki klimaks yang tak diduga-duga sangatlah menarik. Soundtrack dari sumika yang mengiringi juga boleh untuk menjadi alasan mengapa kalian harus menonton film anime satu ini. Bahkan boleh dibilang ‘Kimisui’ adalah anime melankolis romansa terbaik sepanjang tahun 2018 ini.

Dan ini dia penilaian kami untuk ‘Kimisui’: storyline (8.9) karena ini adalah film melankoli romansa terbaik sepanjang 2018 itu tadi, character (8.6) cukup baik namun lebih baik lagi jika kesan literalnya dihilangin, art (8.9) detail dan pemilihan warnanya cukup memuaskan, sound (8.5) untuk sumika dan enjoyment (9.5) karena berhasil buat mata sempat berkali-kali. Dengan begitu rata-rata yang didapatkannya 8.9. Dan ini sudah pasti menjadikannya anime yang sangat kami rekomendasikannya untuk kalian tonton. Ayo, tunggu kapan lagi!.
Terakhir, jika kalian punya penilian sendiri untuk animenya, jangan lupa untuk meninggalkan komentar di bawah yah!👍😉

Seishun Buta Yarou: Komedi Romantis di Balik Anehnya Pubertas

00-d-seishun-buta-yarou

Pernah gak kalian ngebayangin hidup dikerumunin dengan orang-orang yang tidak normal. Maksudku bukan orang yang seperti wibu, fans k-pop, anak alay, dan sejenisnya. Kira-kira orang yang saya maksud adalah orang seperti anak indigo atau orang yang memiliki kemampuan mistis. Bukan hanya satu orang, tapi 5 atau 6 orang yang memiliki kemampuan seperti itu. Itulah impresi pertama saya menonton anime Seishun Buta Yarou di musim ini.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang alasan kenapa anime Seishun Buta Yarou wa Bunny Girl Senpai no Yume wo Minai atau lebih sering disingkat Seishun Buta Yarou ditonton musim ini. Kenapa kamu harus nonton anime ini?

Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Seishun Buta Yarou

Fenomena Aneh di Sekitar Tokoh Utama

Sakurajima bisa membuat benda yang ia sentuh menghilang. Sumber: Imgur

Sakurajima bisa membuat benda yang ia sentuh menghilang. Sumber: Imgur

Dari awal episode kalian akan diberikan salah satu kunci plot utama dari anime Seishun Buta Yarou. Dimana terdapat suatu fenomena yang dialami oleh anak yang mengalami masa puber, disebut juga dengan “Puberty Syndrome”. Fenomena yang dialami benar-benar terjadi dan mempengaruhi cara hidup mereka. Tiap orang memiliki sindrom yang berbeda-beda, seperti salah satu karakter heroine arc pertama di Seishun Buta Yarou yaitu Sakurajima Mai yang membuat dia dan apapun yang disentuh menjadi tidak terlihat oleh orang lain.

Semua Heroine Kebagian Cerita Mereka Sendiri

Para heroine dari anime Seishun Buta Yarou. Sumber: Imgur

Para heroine dari anime Seishun Buta Yarou. Sumber: Imgur

Adaptasi anime Seishun Buta Yarou ini akan dibagi dalam beberapa story arc sesuai dengan versi light novel dan manga. Jadi cerita ini tidak akan terasa hambar karena setiap arc akan berfokus ke karakter heroine yang berbeda-beda. Meskipun salah satu cerita heroine sudah berakhir tetapi mereka tetap akan berpengaruh dalam cerita arc selanjutnya. Dari yang saya ketahui, ada sekitar 5 arc yang ada di light novel. Banyaknya story arc dalam light novel tidak akan cukup untuk porsi 13 eps. Jangan khawatir, karena staff anime pun mengungkapkan bahwa akan ada movie Seishun Buta Yarou yang merupakan lanjutan dari seriesnya. Jadi kemungkinan besar semua story arc akan diadaptasi dalam anime dan movie.

Karakter Heroine Yang Sangat Waifuable

Siapa heroine favorit kamu? Sumber: Imgur

Siapa heroine favorit kamu? Sumber: Imgur

Bagi kalian yang suka dengan cewek-cewek cakep dan sering menyebutnya waifu, bisa kalian temukan di anime Seishun Buta Yarou. Adaptasi anime untuk karakter heroine disini berhasil sukses sesuai dengan art dari light novel dan memikat hati banyak orang. Terlebih kepada heroine pertama cerita Seishun Buta Yarou, Sakurajima Mai. Gimana gak terpikat kalau kalian melihat seorang senpai yang memakai baju bunny girl cakep dan peduli dengan kouhai. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan wahai para pembaca.

Baca Juga: TV Anime Jepang Pilihan untuk Musim Gugur 2018!

Tokoh Utama Sangat Jujur Dengan Sifat Mesumnya

Jujur, pasti kamu beripikir yang nggak-nggak tiap kali melihat sosok Sakurajima. Sumber: Imgur

Jujur, pasti kamu beripikir yang nggak-nggak tiap kali melihat sosok Sakurajima. Sumber: Imgur

Karakter protagonist Seishun Buta Yarou, yaitu Azusagawa Sakuta tidak segan menunjukkan sikap mesumnya terhadap orang lain. Siapa sih yang gak tahan dengan cakepnya Sakurajima-senpai yang selalu menggoda kouhai nya. Kalian semua pasti juga ingin digodain seperti itu dan blak-blakan ngomong mesum ke Sakurajima-senpai. Seperti itulah karakter protagonist kita, Azusagawa Sakuta. Ibaratkan dia cerminan mesumnya para penonton yang ingin digodain sama cewek cakep.

Yang Pasti Bukan Lanjutan Serial Haruhi Atau Monogatari

Sumber: Memegenerator

Sumber: Memegenerator

Jika kalian suka cerita misterius dan supernatural seperti Suzumiya Haruhi ataupun seri Monogatari, saya jamin kalian akan suka anime Seishun Buta Yarou. Kekuatan atau dalam hal ini sindrom misterius, permasalahan pribadi tiap karakter, heroine cakep, karakter utama yang mesum, semuanya akan kalian temukan disini. Semua paket dimasukkan dalam satu jadilah Seishun Buta Yarou.

Anime Seishun Buta Yarou sangat saya rekomendasi buat kalian tonton di musim ini. Keseruan dan misteri yang ada disekitar Azusagawa Sakuta terhadap sindrom yang dialami mereka jangan sampai kalian lewatkan. Dan jangan lupa potensi waifu disini sangatlah besar. Silahkan kalian berikan tanggapan di kolom komentar dibawah, ya… sekian dari saya terimakasih

Review anime “tsuki ga kirei”

This is my first blog so, i want to share about my favourite anime “tsuki ga kirei” or “as the moon, so beautiful”

Tsuki Ga Kirei: Sebuah serial anime romance yang tayang di Jepang pada musim semi 2017 dan berjumlah 12 episode. Anime ini mempunyai cerita yang original alias tidak diangkat dari media apapun seperti mangaatau punlight novel. Tsuki Ga Kirei mempunyai cerita yang softly namun juga menekankan unsur romance remaja yang jarang ditemui dari anime romance lainnya.

  • Bercerita tentang Akane Mizuno, seorang gadis yang baru saja naik ke kelas 3 SMP. Akane adalah gadis yang sangat pemalu, saat pertama masuk ke kelas baru ia bertemu dengan Kotaro Azumi, laki-laki yang tahun ini sekelas dengannya. Rupanya mereka berdua langsung saling menyukai satu sama lain pada pandangan pertama, namun Akane maupun Kotaru sama-sama sangat pemalu dan dua-duanya juga polos dan tidak tahu-tahu apa soal bagaimana memulai sebuah hubungan (khas remaja banget). Perkembangan selanjutnya adalah mereka berdua mulai sedikit akrab namun hanya melalui aplikasichating LINE. Akane dan Kotaro sering chat di LINE namun di sekolah seolah tidak saling mengenal karena saking pemalunya.

Akane aktif sebagai anggota klub lari dan Kotaro berambisi untuk menjadi novelis, keduanya merajut cerita yang natural layaknya dua pasang remaja di dunia nyata yang malu-malu kucing. Premisnya sekilas memang sederhana dan terlalu ringan, namun menurut saya itulah keunggulan dari anime ini.

Sebanyak lebih dari 6 episode pertama, akan menceritakan bagaimana Akane dan Kotaro berusaha keras ‘melawan’ rasa malu dan canggung, konfliknya juga diwarnai dengan kehadiran ‘pengganggu’ yang akan menyulitkan menyatukan cinta mereka. Chinatsu Nishio temannya Akane juga menyukai Kotaro Azumi. Dan Takumi Hira, laki-laki rekan Akane di klub lari juga menyukai Akane.

Saya sendiri dibuat gereget sama karakter dan penokohan Kotaro Azumi yang di awal-awal begitu sulit untuk berbicara dengan Akane walau pada akhirnya dia mampu mengutarakan perasaannya.

Memasuki akhir-akhir episode saya malah jadi ingat 5cm per second, kenapa saya bilang begitu? Silahkan tonton sendiri, nanti kamu akan tahu.

Kemudian ada satu hal lagi yang membuat saya kesal yaitu tokoh Chintasu Nishio, ia seperti orang yang tak tahu diri dengan terang-terangan menyukai dan akan menembak Kotaro dan semua itu diberitahukan pada Akane, mukegile teman macam itu? Kalau saya jadi Akane saya bakalan mengoles wajah si Chinatsu dengan wasabi satu ember. Tapi ternyata memang tokoh Chinatsu ini diplot agar membuat penonton kesal karena menjadi penghalanghero dan heroine nya untuk bersatu

Semakin larut ke dalam cerita saya seolah berhasil memposisikan diri sebagai Kotaro Azumi yang takut kehilangan Akane di tengah gangguan-gangguan dari luar, padahal dari awal perjuangan Kotaro dan Akane untuk dapat saling mengenal dan memulai hubungan tidaklah mudah.

Dari karakter semuanya terlihat natural dan tidak dibuat-buat, kecuali ya si Chinatsu tadi, yang dengan cueknya menyukai pacar temannya secara terang-terangan dan bahkan Chinatsu mengatakan pada Akane kalau dia akan menembak Kotaro, anehnya Akane masih mau berteman dengan Chinatsu, entah karena Akane itu bego atau terlalu baik.

Konflik-konflik yang dihadirkan di setiap episodenya memang terbilang ringan namun berisi, yang intinya menunjukan sebuah proses remaja yang sama-sama polos dan pemalu untuk mulai berpacaran. Dan puncak konflik atau klimaksnya juga dirasa cukup pas dan memunculkan rasa penasaran bagi para penikmat anime ini.

Tsuki Ga Kirei dari segi artwork saya juga menyukainya di mana terasa sangat realis dan tidak berlebihan. Soundtrack opening & closingnya juga cocok dan mendukung dengan suasana cerita.

Kesimpulan: Tsuki Ga Kirei dari premis memang terdengar sederhana dan cenderung membosankan, namun setelah menontonnya anime ini memiliki cerita yang menarik dan natural, tentang dua remaja pemalu yang berusaha untuk bersatu